health-beverage.com

PATROL – Sepintas tidak ada yang aneh dengan kondisi makam yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Buyut  Doglong, Desa Limpas, Kecamatan Patrol. Tapi jika dicermati dengan teliti, ada yang unik di tempat peristirahatan terakhir umat manusia itu. Pasalnya, arah makam yang telah permananen maupun belum permanen di kuburan seluas sekitar 1,5 hakter tersebut tampak berbeda, saling berlawanan.

Sebagian makam mengarah utara dan selatan, tapi sebagian lainnya membujur dari barat ke timur. Padahal umumnya, kuburan orang Islam mengarah utara ke selatan.

Kuwu Limpas, Tato didampingi kuncen atau penjaga makam TPU Kibuyut Doglong, Takyad membenarkannya. Seingat keduanya, kondisi itu sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Banyaknya makam yang menghadap barat ke timur tersebut disebabkan karena mengikuti makam-makam terdahulu. “Jadi kalau yang dikuburnya di makam yang sudah lama, ya ngikutin arah makam di sampingnya,” ungkap Kuwu Tato.

Namun demikian, setelah tokoh ulama setempat turun tangan, arah makam selanjutnya mengikuti aturan agama Islam yakni mengarah utara ke selatan. Sedangkan makam yang sudah terlanjur salah posisi, masih tetap dibiarkan. Pihak keluarga dari jasad yang dikubur juga belum ada yang melakukan perbaikan arah.

Kuncen Takyad mengaku belum mendata secara pasti jumlah seluruh makam di TPU Kibuyut Doglong. Termasuk makam-makam yang arahnya berbeda-beda. Selain menjadi tempat pemakaman umum, di lokasi yang sama juga terdapat areal makam milik pribadi warga setempat. (kho)

 

 

health-beverage.com

CIREBON – Permasalahan sampah di Kabupaten Cirebon belum juga selesai. Titik tumpukan sampah di antaranya terdapat di pinggir Jalan Syekh Lemahabang, Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Sampah yang cukup jauh dari pemukiman itu jumlahnya semakin meluber hingga ke jalan. Meski warga sudah memberikan papan pengumuman larangan membuang sampah dan menutup dengan pagar bambu, tapi tumpukan sampah tak bisa dihindarkan.

Iwan Kurniawan, salah seorang warga mengatakan, sampah tersebut sudah menumpuk sejak lama. Sebelumnya, lokasi yang saat ini dipenuhi sampah itu dulu hanya lahan kosong.

Namun, sejak beberapa bulan silam, berubah menjadi tempat sampah. Hal ini imbas dari gagalnya pengelolaan sampah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Ya dulu tidak sebanyak ini, sekarang semakin numpuk, tidak ada yang ngangkut,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Sampah yang berada di pinggir jalan itu, kata dia, memang cukup mengganggu pemandangan. Selain membuat kotor dan bau, juga bisa menimbulkan sumber penyakit.

Pasalnya, sudah beberapa bulan, sampah menumpuk dan membusuk. Apalagi saat ini musim hujan, sampah basah yang terkena sinar matahari menimbulkan bau busuk dan mengundang lalat.
Pemerintah Kabupaten Cirebon sebenarnya sudah mulai melakukan aksi program penyelesaian permasalahan sampah. Salah satunya dengan menggerakan dan membudayakan pengelolaan sampah berbasis desa melalui program bank sampah.

Namun, hanya ada beberapa desa saja yang melakukannya. Cara pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan pemerintah desa ini, diyakini bisa mengurangi volume sampah rumah tangga yang jumlahnya meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan pola konsumsi masyarakat.

Ketua Sanggar Lingkungan Hidup Cirebon, Cecep Supriatna mengatakan, pihaknya bersama Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Cirebon terus memberikan pemahaman kepada masyarakat di tiap kecamatan.
Tujuannya, untuk membuka kesadaran warga dan juga menerapkan sistem pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. “Tindak lanjutnya, diharapkan adanya pembentukan tim pengelolaan sampah di tingkat desa,” jelasnya.

Mengingat persoalan sudah urgen, bagi desa yang sudah siap membentuk tim pengelolaan sampah, agar segera melakukan aksi. Sebab, di beberapa desa juga, sudah ada contoh yang melakukan pengelolaan sampah. Seperti di Sumber, Watubelah, Gempol, Sedong.

“Memang sudah banyak, tapi secara manajerial masih harus dibenahi. Karena ini system, maka harus ada pengelolaannya secara lebih profesional,” sebutnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah memang sudah seharusnya seperti itu. Setiap desa nantinya bakal memiliki tim tersendiri yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari pemerintah desa setempat, untuk mengelola sampah di lingkup desa. Pengelolaan sampah ini dilakukan secara terpadu melalui sistem bank sampah, dan juga retribusi sampah.

“Di sini harus ada sumber daya manusia yang mengelolanya. Dengan bimbingan teknis ini, kita ingin meningkatkan itu. Sehingga pemahamam warga terhadap sampah ini bisa lebih baik. Begitu juga cara mengelola sampahnya,” katanya lagi.

Dengan sistem pengelolaan di dalamnya ada pemilahan dan pemanfaatan sampah. “Kalau yang memiliki nilai ekonomis bisa dijual atau dengan di-recycle. Bisa dibuat kompos, pakan ternak dan biogas. Ini yang nanti akan disiapkan oleh BLHD,” katanya. (jml)

health-beverage.com

JATIWANGI – Dalam upaya menjaga katertiban, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan di pasar Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi, beberapa elemen masyarakat meminta kepada pihak pengelola menambah petugas kebersihan dan petugas keamanan.

“Jika hal itu tidak segera dilakukan pengelola pasar, dalam waktu dekat pasar yang baru diresmikan beberapa hari yang lalu akan mudah kotor dan tindak kriminal bisa mengancam para pengujung,” ungkap pemerhati lingkungan, Ahmad Yunus SPdI.

Pengelola juga harus bisa memberikan gaji yang layak kepada para petugas tersebut, karena banyak petugas kebersihan dan keamanan di wilayah lain digaji kecil dan tidak sesuai.

Sementara saat meresmikan pasar Ciborelang, Bupati Majalengka H Sutrisno SE MSi mengungkapkan hal yang sama. Kebersihan merupakan salah satu indikator kenyamanan bagi pengunjung, sehingga kebersihan dan kerapian pasar harus selalu dijaga dan dipikirkan.

“Kepada seluruh masyarakat yang terlibat dalam aktivitas pasar, saya minta untuk menjaga kebersihan yang bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan saja melainkan tugas bersama pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Bupati juga menilai banyak manfaat yang bisa dirasakan ketika pasar bersih, aman, dan kondusif, diantaranya meningkatkan kuantitas dan kualitas penjualan, lingkungan kerja lebih sehat, menurunnya penyakit yang disebabkan pangan, akses memperoleh pangan bisa lebih aman dan bergizi serta terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat.

“Saya mengimbau kepada para pedagang dan pengujung untuk selalu mengutamakan kebersihan. Selain mencipatakan rasa nyaman saat berbelanja, ketika itu bisa dilakukan akan meningkatkan pendapatan daerah dan meningkatkan kerja sama antara pedagang, pembeli, dan pengelola,” ujar bupati. (bae)

 

 

 

health-beverage.com

MAJALENGKA – Bupati Majalengka H Sutrisno SE MSi mengklaim pasar Desa Ciborelang lebih megah dibanding pasar Prapatan Kecamatan Sumberjaya. Secara geografis dua pasar ini berada di jalur yang sama yakni jalan nasional (Cirebon-Bandung).

“Namun kondisi bangunan mampu menekan kemacetan di jalur nasional setiap minggu. Begitu juga setiap arus mudik balik lebaran setiap tahun,” jelas bupati.

Dirinya meyakini pasar Ciborelang tidak hanya ramai saat hari pasar setiap Rabu, namun setiap hari juga akan ramai. Bupati menilai konsep serta kondisi pasar yang hampir sama dengan pasar modern itu didukung kondisi bangunan yang sangat layak.

Berdasarkan laporan dari UPTD Pasar Prapatan, retribusi pasar Prapatan mampu menyerap Rp500 juta. Namun kontribusi itu tidak akan bagus ketika dikelola tidak benar. Pasalnya, pendapatan itu tidak hanya dari retribusi melainkan juga dari pendapatan parkir.

“Kondisi keuangan negara saat ini sedang menurun, hasil produksi alam kita juga menurun. Sehingga kami berharap berbagai pendapatan daerah dapat terserap dengan baik. Salah satunya aktivitas pasar di Kabupaten Majalengka,” harapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Ciborelang, Abdul Toyib. Menurutnya pasar di wilayahnya tersebut cukup representatif. Setelah membentuk struktur organisasi pasar, kemudian mengatur para pedagang emprakan yang akan ditempatkan di lantai dua.

“Penempatan para pedagang ini bertujuan agar tidak ada aktivitas berniaga di depan kios-kios, untuk menghindari kemacetan di jalur nasional ini,” paparnya.

Sebelum pasar baru Ciborelang dibangun, setiap pasar tumpah tepatnya hari Rabu selalu menimbulkan kemacetan parah dan menjadi catatan pihak kepolisian ketika arus mudik dan balik lebaran.

Pihaknya menekankan kepada para pedagang agar tidak berjualan di depan kios apalagi sampai di luar pagar pasar. Hal itu sudah menjadi regulasi awal agar tercipta lalu lintas di jalur tengah tanpa kemacetan. Pihaknya siap koordinasi dengan Pemda Majalengka dalam hal ini Satpol PP, untuk menertibkan para pedagang jika masih nakal dan nekat berjualan di depan kios atau di sekitar pagar.

Sementgara itu, peresmian pasar Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi mendapat perhatian serius dari sejumlah pengusaha genting. Pasalnya, pembangunan pasar Ciborelang tidak menonjolkan simbol Jatiwangi karena bagian atap pasar tidak memakai genting.

Ketua dewan penasehat Asosiasi Pengusaha Genting Jatiwangi (Apegja), Ir H Iwan Bambang Siswanto menyayangkan tidak adanya ikon khas yang melekat di pasar yang cukup megah dari sejumlah pasar desa lainnya itu. Meski sudah terlanjur, diharapkan beberapa bulan atau mungkin minggu ke depan atap dapat diganti dengan genting.

“Sebelum peresmian kamis sudah mempertanyakan namun tidak ada upaya apapun,” ujarnya, Selasa (20/12).

Para pengusaha genting sengaja tidak melancarkan protes berlebihan hingga melakukan unjuk rasa demi kondusivitas Majalengka. Namun tidak ada tindakan apapun baik dari pemdes, pemkab hingga kontraktor.

“Kecamatan Jatiwangi identik dengan industri genting yang sudah dikenal di sejumlah daerah di Indonesia maupun luar negeri. Pemdes seharusnya menyadari dan peran pemkab sangat diperlukan. Sama saja ini tidak menghargai wilayah industri genting,” paparnya.

Sementara itu, peresmian pasar Ciborelang juga sempat ramai di jejaring sosial. Sejumlah akun sangat menyayangkan tidak adanya ikon Jatiwangi di pasar yang megah di kawasan Jatiwangi tersebut. “Make (pakai) seng di wilayah perajin jebor genteng yang sudah membudaya 105 tahun,” tulis akun Auqi RK.

Bahkan akun FB wakil bupati DR H Karna Sobahi juga sempat mengomentari agar semua masyarakat Jatiwangi tetap bangga memiliki genting Jatiwangi. Wabup mengajak masyarakat memanfaatkan pasar megah tersebut untuk menjual produk-produk unggulan berbasis kearifan lokal.

“Sekarang, disini, kita manfaatkan produk unggulan berbasis kearifan lokal. Genteng jatiwangi tetap kebanggan terbaik majalengka,” tulis wabup. (ono)

 

 

 

health-beverage.com

CIREBON – Kumpulan pencinta sepeda motor Yamaha Byson yang tergabung dalam klub motor Byonic Cirebon melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Aceh, Minggu (18/12) sore. Penggalangan dana itu digelar di sekitar lampu merah pemuda.

Dengan membawa gardus kosong, para anggota Byonic meminta sumbangan kepada para pengguna kendaraan yang melintas. Ketua Byonic Cirebon, Rey mengatakan, kegitan itu dilakukan secara serempak oleh seluruh anggota Byonic yang ada di Indonesia.

“Pokoknya hari ini seluruh anggota Byonic dari Sabang sampai Marauke melakukan kegiatan yang sama. Nantinya, dana yang terkumpul akan secara langsung diberikan kepada warga Aceh yang terkena musibah bencana alam gempa,” kata Rey.

Kemudian, kata Rey, kegiatan yang dilakukan itu juga menjadi pembuktian bahwa anak-anak klub motor, khususnya Byonic dapat melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat untuk orang lain.

“Kita klub motor Byonic Cirebon enggak cuma sekadar kumpul-kumpul aja, tapi kita juga banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar Rey. Penggalan dana untuk korban gempa di Provinsi Aceh akan dilaksanakan selama dua hari. (fazri)

health-beverage.comMost famous top 10 Pakistani Personalities in the History. 

Being famous is not easy if you love to find Top 10 Most Popular Pakistani People here is the video of best ever Pakistani  famous Pakistani personnel. Top rated ever loved in the history of Pakistan here is the video of Best Pakistani people for you to love them. I hope you love the list of top rated Pakistani people list here is the once best ever video of Top 10 people which Pakistani awam love. Dr Qadeer is one of them. Abdul starr edhi sb is one of the best top 10 rated Pakistani people. Malal yousif zai is one of the super star of Pakistan history and top beautiful person of Pakistani people. Here is the video to watch more such video love and share with all.

Most famous top 10 Pakistani Personalities in the History. 

Most famous top 10 Pakistani Personalities in the History. 


health-beverage.comTop 10 Educational institute (Schools) in Lahore Pakistan.

Pakistan is under developing country and education rate in Pakistan is batter now. In Lahore top 10 list of School and other educational institute is given below you can just visit the detail of every school the link of every school website is given below. Basically i love education and the detail of education . There are too many government school in Pakistan as well as in Lahore but the list of school which am sharing here is the Top 10 Schools of Lahore Pakistan and these are highly fees demanded school in Lahore Pakistan. You can say cash bank schools in Lahore are these one. These schools are getting high amount of fees and good standard of education in Lahore. here is the list of top 10 best schools in Pakistan Lahore. 

Top 10 Educational institute (Schools) in Lahore Pakistan.

Top 10 Educational institute (Schools) in Lahore Pakistan.

here is the detail of top 10 school in Lahore Pakistan. 

1.   Aitchison college Lahore.
Official Website for Aitchison Lahore. 
https://www.aitchison.edu.pk/
2.   Beaconhouse School
Official Website for Beconhouse school
http://beaconhouse.net/
3.   Kid’s Kampus Lahore
Official Website for Kids kampus Lahore. 
https://www.facebook.com/KidsKampus.pk/
4.   Convent of Jesus and Mary
Official Website for Covent of Jesus. 
http://cjmk.edu.pk/home/
5.   American Lycetuff
Official Website for american lycetuff
http://www.americanlycetuff.edu.pk/
6.   Lahore Grammar School
Official Website for lahore grammar
7.   Bloomfield Hall
Official Website for bloomfield hall
http://www.bloomfieldhall.com/
8.   Divisional Public School
Official Website for Divisional school. 
9.   The City School Lahore
Official Website for City school Lahore. 
http://thecityschool.edu.pk/the-city-school-pakistan-campuses/10.   Garrison Army School Lahore
Official Website for Garrison army school. 
http://www.lges.edu.pk/
.
This is the top 10 rated school in Lahore till today top rated school in results and study. Best school ranking of Lahore Pakistan with official website address let visit the Best ever school in Pakistan which offer super class qualitative education in Pakistan.


health-beverage.com

Masjid Jogokariyan Yogyakarta mengajarkan kepada umat Islam di Indonesia. Sesuatu yang dikelola dengan apik, dapat menghasilkan karya yang hebat. Bukan soal bangunan yang mewah, tapi pengelolaan masjid yang andal dan terpercaya.

Laporan: Jamal Suteja, Yogyakarta

TIDAK salah jika masjid ini menjadi nomor satu dalam manajemen masjid di Indonesia untuk kelas masjid kampung. Nama Masjid Jogokariyan pun mulai banyak diperbincangkan di kalangan takmir masjid di Indonesia. Terutama mengenai manajemen masjidnya.

Itu bukan terjadi seketika. Karena masjid yang berdiri sejak tahun 1966 ini dulunya hanya masjid kecil. Di tahun 1999, ada perubahan dalam pengurus takmir masjid. HM Jazir ASP saat itu menjadi ketua DKM Masjid Jogokariyan. Dengan perencanaan yang matang, Masjid Jogokariyan menerapkan manajeman yang modern.

Masjid ini kemudian diganjar penghargaan sebagai Juara I Manajemen Masjid dari Kantor Kementerian Agama Jogjakarta.

“Bahkan dalam suatu sumber itu disebutkan kita berada di urutan ketiga menjadi masjid dengan manajemen terbaik setelah Masjid Sunda Kelapa Jakarta dan Masjid Istiqlal. Itu sebelum ada lomba yang resmi dari kementerian agama,” sebut Sekretaris Takmir Masjid Jogokariyan, Enggar Haryo Panggalih saat dijumpai Radar Cirebon.

Masjid ini terbilang unik. Dari mulai logo, yang ternyata menampilkan tiga bahasa, yakni Arab, Indonesia, dan Jawa.

Itu menjadi wujud dari semangat untuk menjadi muslim yang salih tanpa kehilangan akar budaya. Maklum saja, karena letaknya yang tak jauh dari Keraton Jogjakarta, membuat tradisi kejawen masih kental.

Nama Jogokariyan berasal dari nama kampung, yang diambil dari prajurit keraton bernama Joko Kariyan. Nama ini bukan sembarangan.

“Setiap masjid itu punya peta dakwah sendiri, dan akan lebih baik jika masjid itu mengambil nama dari lokasi dakwahnya. Seperti halnya yang dilakukan saat zaman Rasul, yang mendirikan masjid dan menamainya sesuai dengan nama daerah itu, sehingga peta dakwahnya jelas,” terang Enggar Haryo Panggalih.

Kini masjid itu sudah melampaui usia setengah abad. Kebiasaan yang sudah terbangun sejak 1999, atau sejak penerapan manajemen secara modern, terus berjalan hingga kini. Seperti halnya salat lima waktu berjamaah.

Penerapan manajemen modern, kata dia, berlandaskan pada nilai-nilai masjid pada zaman Rasulullah SAW.
Di mana, masjid menjadi jantung pokok kegiatan masyarakat dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Penerapan ini bermula saat adanya kegelisahan dari beberapa pengurus takmir, karena jumlah warga yang salat berjamaah terus berkurang. Di samping ada juga rasa kegelisahan, di mana masjid hanya dibuka saat salat berjamaah.

“Kita merasa miris ketika masjid ditutup usai menunaikan salat. Sehingga ketika ada masyarakat yang hanya ingin istirahat atau mau salat, terpaksa di pom bensin atau SPBU,” ucap pengurus Remaja Masjid Jogokariyan, Krisna Yuniar.

Menurutnya, Masjid Jogokariyan ingin menerapkan masjid yang pintunya terbuka bagi siapa pun.
Sehingga, membuat masjid menjadi lokasi yang asyik dan berguna bagi orang lain. Ini juga didasari dari filosofi orang Jawa saat dulu yang suka menyediakan air minum di depan rumah, yang disediakan untuk orang-orang dalam perjalanan.

Untuk memulai pekerjaan dalam menata umat itu, pihaknya melakukan pemetaan dengan menghimpun database jumlah warga yang berada di Kampung Jogokariyan. Hasilnya, sedikitnya ada 1.000 kepala keluarga dengan 4.000 jiwa penduduk.

Database ini cukup lengkap dari mulai pekerjaan, penghasilan, sampai kepada hal ibadah yang bersifat pribadi. Seperti seberapa sering bersedakah, alasan kenapa tidak salat berjamaah dan lainnya.

“Dari hasil pemetaan itu, kami melihat ternyata banyak juga warga yang belum bisa salat. Sehingga kami mengadakan kursus salat terlebih dahulu bagi warga. Program kami saat itu adalah mensalatkan orang hidup,” tambah Enggar Haryo Panggalih.

Setelah itu, barulah pihaknya melakukan ide baru untuk mengundang warga Salat Subuh berjamaah dengan desain undangan yang mewah. Tujuannya, untuk menghargai warga dan juga menutupi banyaknya warga yang minder karena mereka tidak biasa salat Subuh berjamaah.

Hasilnya cukup memuaskan. Jemaah salat Subuh bertambah. Masjid tidak hanya dipenuhi oleh orang yang lanjut usia. Tapi banyak juga dari kalangan anak-anak muda yang ikut melaksanakan Salat Subuh.

Ternyata, jauh sebelum adanya gerakan Salat Subuh berjamaah 1212, Masjid Jogokariyan sudah melakukannya.

KUNJUNGAN

Kini, takmir masjid di berbagai wilayah kini banyak yang berbondong-bondong berkunjung dan belajar pengelolaan masjid ke Jogokariyan. Meski hanya berada di sebuah kampung kecil, masjid ini banyak dikunjungi takmir masjid dari dalam dan luar negeri. Setiap akhir pekan masjid ini ramai.

Ya, para pengurus masjid dari Sabang sampai Merauke, belajar ke Masjid Jogokariyan. Bahkan Persatuan Masjid se-Amerika Serikat di New York pernah juga bertandang ke masjid yang terletak di RT 40 RW 11 Kp Jogokariyan, Kelurahan Mantrijeron, Jogjakarta, itu.

“Pada awal tahun 2000 juga sebenarnya sudah banyak yang studi banding ke sini, tiap akhir pekan ramai terus. Karena kami menjadwalkan tiga hari untuk studi banding, hari Jumat, Sabtu dan Minggu,” ucap Sekretaris Takmir Masjid Jogokariyan, Enggar Haryo Panggalih.

Bangunan Masjid Jogokariyan mulanya hanya satu lantai. Kini bangunan sudah memiliki dua lantai untuk salat, dua aula di lantai dua dan tiga. Serta memiliki 10 kamar penginapan untuk disewakan kepada para tamu. Harganya relatif murah jika dibandingkan menginap di hotel.

“Untuk studi banding kami tidak memasang tarif. Tapi kalau dari pihak tamu meminta disediakan makanan ataupun lainnya, kami baru mengenakan biaya tambahan untuk itu,” jelasnya.

Pihaknya membuka takmir masjid lain untuk studi banding agar bisa menyebarkan manajeman masjid yang lebih modern. Karena kondisi masjid-masjid sangat memperihatinkan, meskipun bangunannya megah namun jumlah jamaahnya sedikit. Hal ini yang sangat miris terjadi.

Diharapkan dengan adanya sharing ilmu manejeman masjid ini, masjid di Indonesia bisa ramai dikunjungi para jemaah. “Kita menerapkan metode untuk melayanai kebutuhan umat, sehingga masjid ini menjadi daya tarik,” katanya.

Kini masjid itu bisa menampung sekitar 1.200 jemaah. Karena lokasi masjid berada di lahan yang sempit, pembangunan dilakukan dengan pengembangan ke atas. “Di sini juga ada perpusatakaan dan kamar khusus untuk musafir,” jelas Enggar Haryo Panggalih. (*)