health-beverage.com

MAJALENGKA – Inspektorat saat ini tengah melakukan pemeriksaan terkait obat kedaluwarsa. Tindakan itu sekaligus menindaklanjuti instruksi bupati yang menginginkan inspektorat mengusut lebih dalam terkait polemik tersebut, sehingga masalahnya menjadi lebih jelas.

Inspektur (Kepala inspektorat) Majalengka DR H Lalan Soeherlan S MSi menyebutkan, saat ini pihaknya sedang memperdalam pemeriksaan terhadap persoalan tersebut. Sehingga nanti akan muncul kesimpulan apakah persoalan ini disebabkan kelalaian, ketidaktahuan, atau kesengajaan. Nantinya inspektorat akan memberikan rekomendasi kepada dinas kesehatan sebagai pengguna aset.

Misalnya kelalaian membuat program yang dilakukan instansi pelaksana kegiatan, pengadaan, dan penyaluran obat ini. Bisa juga factor kesengajaan sehingga obat-obatan tersebut menjadi aset mubazir, karena tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Lalan menegaskan untuk faktor ketidaktahuan kemungkinanya kecil, karena mekanisme pengadaan dan pendistribusian obat-obatan serta alat kesehatan lainnya sudah ada dalam Peraturan Menteri Kesehatan. Misalnya prosedur ketika obat itu dilakukan pengadaan atau dikirim batas kedaluwarsanya mesti di atas 24 bulan.

“Terkait polemik ini, kami telah menindaklanjuti arahan pak bupati untuk memperdalam pemeriksaan terhadap obat-obatan kedaluwarsa itu. Untuk memastikan apakah ada faktor kelalaian, kesengajaan, atau ketidaktahuan. Apapun faktornya, tindakan ini sudah menimbulkan kerugian,” sebut Lalan.

Pihaknya mendapat informasi jika terakhir kali pemusnahan obat-obatan kedaluwarsa dilakukan tahun 2007 lalu. Selanjutnya hampir 10 tahun ini belum ada lagi. Prosesnya memerlukan biaya, tapi menurutnya bisa diprogramkan dan dianggarkan di dinas pengguna aset, serta proses penghapusan asset bisa ditempuh jika ada kemauan.

Artinya, sejak Dinas Kesehatan berganti kepala lebih dari lima kali tidak pernah dilaksanakan evaluasi terhadap mengendapnya obat-obatan yang tidak layak konsumsi tersebut. Kedepannya, proses evaluasi obat-obatan harus dilakukan setiap tahun agar kejadian serupa tidak terulang.

Misalnya setiap akhir tahun diprogramkan penghapusan aset obat dan pemusnahan obat-obatan yang satu tahun berjalan telah memasuki masa expired. Obat-obatan yang statusnya aset Pemkab dan berada di gudang farmasi, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya ditarik dan dikumpulkan untuk dimusnahkan di akhir tahun.

Selain itu, obat-obatan yang disuplai pusat juga berhak ditolak jika masa kedaluwarsanya kurang dari 24 bulan. “Dinkes juga harus tegas menolak ketika ada suplier obat yang memasok obat-obatan yang tidak sesuai kebutuhan, atau masa kedaluwarsanya kurang dari 24 bulan,” pungkasnya. (azs)

 

 

health-beverage.com

CIREBON – Pencuri spesialis warung-warung kecil, WP (22), kini berurusan dengan polisi. Warga Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, itu ditangkap saat mencuri di sebuah warung di Pasar Jamblang.

Kanit Reskrim Polsek Depok Ipda Dudu Wawan mengatakan pelaku ditangkap warga saat menjebol warung di Pasar Jamblang milik Hj Sukanti (68). Pelaku bahkan sempat membawa beberapa karung beras, sebelum akhirnya dibekuk dan diserahkan ke pihak kepolisian.

“Beruntung warga dengan sigap mengejar pelaku yang mencoba membawa barang curiannya. Warga dengan dibantu petugas langsung menggelandang pelaku ke polsek untuk dimintai keterangan,” kata Dudu kepada Radar, kemarin.

Masih dikatakan Dudu, pelaku sudah melakukan hal serupa di 7 lokasi berbeda. “Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah melakukan aksinya di 7 TKP. Dia spesialis warung atau kios yang berada di pasar tradisional,” katanya.

Pelaku sendiri mengaku hanya bekerja sebagai buruh bangunan, sehingga butuh uang lebih untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya. (arn)

health-beverage.com

INDRAMAYU – Sejumlah petani di wilayah pantai utara (pantura) Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, memilih panen dini. Meski hasil panen padi tidak memuaskan, tapi dipilih karena terancam puso.

Mampatnya gorong-gorong di bawah jalan raya pantura Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dinilai salah satu penyebab terjadinya banjir rutin tahunan di kawasan itu. Petani pun kerap merugi.

(Baca: Terancam Puso, Petani di Indramayu Panen Dini)

Para petani sudah beberapa kali mendesak agar pemerintah pusat melakukan perbaikan. Mereka juga meminta pemerintah mengembalikan fungsi gorong-gorong yang ada di bawah jalan raya sebagai saluran air.

“Salah satu upaya mengatasi masalah banjir di sini (Kandanghaur, red), harus dilakukan refungsi gorong-gorong yang ada dibawah jalan raya pantura. Jika diperbaiki dan difungsikan kembali, maka air akan langsung mengalir ke dalam gorong-gorong tanpa hambatan,” tutur Wahab, petani setempat.

Seingatnya, terdapat belasan gorong-gorong di sepanjang jalan raya pantura Kandanghaur yang mampat. Mulai dari Desa Karanganyar sampai Kertawinangun yang berjarak sekitar 10 kilometer.

Mampatnya gorong-gorong ini terjadi imbas dari gencarnya perbaikan. Ditambah lagi adanya peningkatan jalan raya pantura sejak tahun 2000 lalu.

“Sebelum tahun 2000-an, gorong-gorong masih berfungsi. Di setiap 500 meter ada gorong-gorong sebagai saluran air langsung menuju laut. Sekarang sudah gak ada lagi,” ungkap Wahab.

Camat Kandanghaur Iim Nurohim mengatakan, ketinggian jalan raya pantura saat ini diibaratkan seperti tanggul raksasa yang membendung air. Sehingga ketika hujan deras melanda, wilayah-wilayah di sebelah selatan jalan raya terendam air mirip lautan.

“Titik masalahnya sebenarnya sudah ketemu. Hanya persoalannya kita tidak bisa melakukan refungsi gorong-gorong lantaran itu kewenangan pusat. Andai saja diperbolehkan, pasti Pemkab Indramayu atau masyarakat di sini akan sukarela untuk membongkar kembali gorong-gorong yang mampat di bawah jalan raya itu,” jelas Iim. (kho)

health-beverage.com

CIREBON – Semua elemen nahdliyin di Kota/Kabupaten Cirebon serentak memperingati Hari Santri Nasional, 22 Oktober, dengan khidmat. Banyak rangkaian kegiatan yang digelar menyambut dan memperingati Hari Santri Nasional.

Pembacaan satu miliar salawat nariyah, kirab santri, hingga upacara Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU) mewarnai peringatan Hari Santri Nasional di Cirebon.

Seperti yang berlangsung di Masjid Keramat Nurul Karomah Desa Gamel, Kecamatan Plered. Sebanyak 8 Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor dari Plered, Weru, Talun, Sumber, Dukupuntang, dan Kapetakan berkumpul.

Selain Ansor, hadir juga Forum Komunkasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Plered, Paguyuban Akar Jati, Syekher Mania, Laskar Macan Ali, IRMA Nurul Hidayah Tengah Tani. Selain salawat nariyah, mereka membacakan ikrar santri nusantara, muhasabah, taushiyah dan doa bersama untuk para syuhada.

“Apa yang kami lakukan untuk menguatkan santri Nusantara sebagai santri NKRI yang berpegang teguh pada nilai-nilai akidah Ahlussunnah wal Jamaah Anahdiyah,” ujar Ustad Syahrudin Hutagalung selaku panitia dan Ketua PAC Ansor Plered.

Hal serupa diutarakan Waswin Janata dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PC NU Kabupaten Cirebon. Menurutnya, Hari Santri Nasional bukan sekadar seremonial.

Lebih dari itu, kata Waswin, merupakan bentuk ungkapan cinta dan rasa terima kasih kepada para ulama pendahulu. Karena telah berjuang memerdekakan dan mempertahankan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Resolusi Jihad adalah suatu gairah yang harus tetap hidup di hati kami, para santri, untuk meneruskan perjuangan para pendahulu,” kata Waswin.

Menurutnya, santri tidak harus mejadi kiai, lebe dan penghulu, tapi bisa jadi polisi, hakim, pengacara, pengusaha. Hal itu penting agar santri dapat mewarnai bangsa ini dengan mental yang berakhlakul Karimah.

Sehingga Resolusi Jihad menemukan momentumnya dengan konteks hari ini. Di mana pemerintah tengah memerangi maraknya kasus pungutan liar (pungli) yang sangat merugikan masyarakat.

“Ini komitmen kami sebagai santri yang terus mendorong penegakan hukum. Ini juga sebagai bentuk kecintaan kita kepada bangsa dan negara,” tukas Waswin.

Sementara itu, GP Ansor Kota Cirebon menggelar peringatan Hari Santri Nasional dengan tajuk Pembacaan Satu Miliar Salawat Nariyah. Acara yang berlangsung di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kasepuhan, itu membacakan 4.444 kali salawat Nariyah.

“Salawat Nariyah merupakan instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam menyambut Hari Santri Nasional,” kata Ketua GP Ansor Kota Cirebon, Ahmad Banna.

Menurut Banna, salawat Nariyah dipilih karena hikmahnya yang berarti salawat keselamatan. Dengan membaca salawat Nariyah diharapkan bangsa Indonesia selamat. (hsn)

GP Ansor Kota Cirebon membaca salawar Nariyah di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kasepuhan, dalam memperingati Hari Santri Nasional.

GP Ansor Kota Cirebon membaca salawar Nariyah di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kasepuhan, dalam memperingati Hari Santri Nasional.

health-beverage.com

CIREBON – Pengajuan penyertaan modal PDAM Tirta Jati senilai Rp 20,5 miliar dipertanyakan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kabupaten Cirebon. Karena manfaatnya kurang dirasakan bagi pelanggan PDAM.

“Penyertaan modal setiap tahun selalu mengajukan. Tapi, fakta di lapangan yang ada keluhan dari masyarakat terus bermunculan, seperti sering matinya aliran air PDAM, jalannya air selalu ngicir. tidak pernah ngocor,” kata anggota Fraksi PKB, Sugiarto kepada Radar, Selasa (18/10).

Harusnya, kata Ato-sapaan akrab Sugiarto, PDAM mengevaluasi masalah yang ada di lapangan. Jangan terkesan tutup mata.

Sementara yang paling vital menurut Ato, yakni membenahi manajemen PDAM. “Kalau tidak ada pembenahan dari internal PDAM, tetap saja pelayanan tidak berjalan optimal,” jelasnya.

Anggota komisi III DPRD Kabupaten Cirebon itu mengungkapkan, keluhan pelanggan PDAM yang bermunculan kebanyakan dari wilayah barat, seperti Panguragan dan sekitarnya. Begitu pun di wilayah utara, yakni Kecamatan Kapetakan dan sekitarnya.

“Keluhan ini selalu muncul setiap tahunnya. Karena itu, kami meminta PDAM mengevaluasi pola manajemen bisnis. Di mana penambahan modal harus ditujukan untuk akselerasi keuntungan. Kemudian keuntungan yang didapat bisa menambah modal untuk pengembangan usaha. Bukan bicara rugi melulu,” terangnya.

“Jika modal terus ditambah tapi tidak memberikan keuntungan lebih, maka lebih baik PDAM jadi Dinas Air Minum. Kami setuju penambahan penyertaan modal kepada PDAM Tirta Jati, jika bisa merasionalisasikan strategis bisnisnya dengan target-target keuntungan dan pengembangan,” ibuhnya. (sam)

health-beverage.com

SAAT ini kegiatan mendaki gunung sudah menjadi “gaya hidup” tersendiri bagi sebagian orang. Panorama indah yang disajikan alam rupanya menjadi alasan utama para pendaki untuk kembali mendaki hingga puncak tertinggi.

Meski banyak menguras tenaga, tak membuat pecinta hobi ini lelah diri. Tak terkecuali bagi Ami, pendaki wanita. Pengemasan persiapan hiking pun dibuat sehemat mungkin, termasuk pakaian yang dikenakan selama perjalanan.

Seperti pendaki wanita yang satu ini. Sejak duduk di bangku SMA ia sudah menjajal berbagai puncak gunung. Uniknya, selama mendaki, dara kelahiran 1997 itu tetap mengenakan hijab syar’i nya hingga puncak gunung. “Muncak tapi tetap syari,” akunya.

Menjadi pendaki wanita dengan tetap memakai hijab syari bagi Ami menjadi kebanggaan tersendiri. Selain dapat terus istiqomah, ia juga mengaku mengenakan hijab syari dapat terus mengingatkan diri kepada yang Maha Kuasa dimanapun berada. “Jadi pengingat, keindahan alam ini semuanya hanya milik Allah, kita sebagai hambanya harus tetap menjaganya,” tuturnya.

Sebut saja Gunung Ciremai, Merbabu, Merapi, Sumbing, Sindoro hingga Gunung Prau sudah berhasil Ami daki. Dengan tetap mengenakan hijab syari dan rok panjang menutupi, bagi Ami menjadi pendaki gunung dengan pakaian syar’i seperti ini membuatnya semakin nyaman.

“Selama mendaki hingga saat ini saya berpakaian rapi dengan syari, kalau banyak yang bilang ribet, nggak sama sekali,” lanjutnya.

Tips yang perlu diingat bila ingin mendaki gunung tentu persiapan fisik sebelum pemberangkatan. Tak lupa pakaian hangat namun tetap nyaman dipakai dan perbekalan. “Lari pagi minimal satu minggu sebelum hiking. Check up kesehatan juga perlu. Bagi pendaki muslimah, tetap menggunakan hijab syari tidak akan membatasi gerak mu selama hiking, trust me,” katanya. (myg)

 

 

health-beverage.com

KEJAKSAN – Munculnya reklame ilegal tapi tetap membayar pajak diakui Sekretaris Daerah, Drs Asep Dedi MSi. Asep beralasan, pajak tetap ditarik karena para pemilik reklame tetap menyewakan space iklan miliknya. “Kalau nggak ditarik keenakan pengusahanya,” ujar Asep, kepada Radar, Selasa (19/10).

Persoalan reklame, masih kata sekda, menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota. Banyak persoalan yang harus dituntaskan. Bahkan dalam waktu dekat rencannya pihaknya akan mengundang satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkiat untuk rapat membahas reklame ilegal.

“Ini dilematis, tapi paling nggak kita tetap dapat pemasukan dari pajak. Reklamenya tentu kita akan tertibkan,” katanya.

Mengenai upaya penertiban reklame yang sudah kedaluarsa izinnya, sekda mempersilakan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan (BPMPPT) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk berkoordinasi. Meski eksekusinya dilakukan Satpol PP, namun koordinasi lintas sektoral tetap diperlukan.

Di tempat terpisah, salah seorang pengusaha reklame yang enggan diungkapkan identitasnya mengatakan, pengusaha tidak bermaksud untuk lalai dalam perizinan. Sebab, pemerintah kota yang memiliki ketentuan untuk tidak memperpanjang izin reklame.

Tetapi, meski tidak ada izin dan dasar menarik pajak, para pengusaha tetap taat. Para pengusaha juga tidak keberatan dengan penataan. “Kami taat kok bayar pajak, itu bentuk kami berkontribusi kepada pemerintah daerah,” katanya. (abd)

 

health-beverage.com

CIREBON – Jembatan darurat penghubung Desa Beringin, Kecamatan Pangenan dengan Desa Japura Kidul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten cirebon, putus. Sementara jembatan utama yang melintasi sungai Ciamis itu masih dalam perbaikan.

Kerusakan jembatan sudah berlangsung sekitar seminggu yang lalu. Putusnya jembatan darurat itu akibat tidak kuat terjangan tapi terjangan air sungai yang deras dibarengi sampah yang menumpuk.

“Karena aliran sungai yang deras akibat banjir dan banyaknya tumpukan sampah, membuat kaki jembatan tidak kuat menahan tekanan,” kata Karsih (50), Warga Desa Japura kidul.

Akibat jembatan darurat putus, aktivitas warga Desa Beringin dan Desa Japura Kidul menjadi terganggu. Karena untuk menyeberangi antara kedua desa, warga harus berputar yang jaraknya sekitar lima kilometer.

“Aturan kalau bisa jangan pakai tiang penyanggah. Harusnya digantung, agar tidak terkena banjir lagi,” ujar Dakri, ketua RT 02 RW 01, Desa Japura Kidul. (cecep)