health-beverage.com

CIREBON – Seven Organizer menggelar Job Fair 2016 di Islamic Center Kota Cirebon, Rabu (19/10). Job fair itu berlangsung mulai hari ini sampai besok (19-20/10).

Dalam job fair itu tersedia banyak kesempatan lowongan kerja yang ditawarkan. Sebanyak 47 perusahan lokal maupun nasional siap merekrut tenaga kerja secara langsung di tempat (walk in interview) ataupun beberapa hari setelah job fair.

Pimpinan Seven Organizer, Cholik Wijaya mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk mempertemukan perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan calon tenaga kerja. Untuk bisa mengikuti job fair, para pencari kerja minimal memiliki ijazah SMP.

Dengan tiket masuk Rp 25 ribu, para pencari kerja sudah bisa memasukkan lamaran ke perusahaan yang ingin dituju. Berbagai fasilitas seperti, ATK dan voucher makan diberikan untuk para pemilik tiket job fair.

Selain itu, seminar tentang kiat sukses pun digelar selama pelaksanaan job fair. “Semoga yang kami lakukan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi para pencari kerja,” ungkap Cholik.
Salah satu pencari kerja, Bayu, berharap bisa diterima disalah satu perusahaan yang diingikan. “Saya menganggur sudah cukup lama. Semoga lewat job fair ini saya bisa mendapatkan pekerjaan,” ujar Bayu. (fazri)

health-beverage.com

CIREBON – Unit Reskrim Polsek Weru mengamankan dua pelaku judi jenis toto gelap (togel) dari sebuah desa di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/10). Dari dua pelaku itu, satu di antaranya berstatus ibu rumah tangga.

Berdasarkan data yang diterima Radar Cirebon, penangkapan bermula dari kecurigaan polisi terhadap salah satu pelaku pria berinisial ST (57). Dia diketahui menerima para pemasang judi jenis togel.

Saat digerebek ST pun tidak bisa berkutik. Polisi menemukan beberapa barang bukti togel milik tersangka.

Polisi kemudian melakukan pengembangan. Dari situ akhirnya terungkap bahwa bandarnya merupakan seorang ibu rumah tangga berinisial SH (59).

“Pengecer menyetor hasil para pemasang judi togel ini ke SH yang merupakan bandar. SH ini memang selama ini menjadi target kami,“ kata Kapolsek Weru, Kompol Dudi Permadi.

Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga menyita barang bukti yang disinyalir digunakan untuk perjudian. Di antaranya uang tunai sebesar Rp 560 ribu, dua lembar kertas setoran warna putih dan merah muda, satu buah pulpen, dan satu handphone.

“Barang bukti ini kami sita dari rumah bandar,” kata Dudi.

Sementara, ST mengaku menjadi pengecer judi jenis togel ini selama dua tahun. Sehari-hari ST bekerja sebagai kuli bangunan.

“Kalau hanya mengandalkan gaji dari bangunan, saya tidak bisa memberikan uang lebih ke istri. Makanya saya mau jadi kurir atau pengecer togel,“ aku ST. (arn)

health-beverage.com

INDRAMAYU– Anggota DPRD Indramayu diminta untuk lebih sering blusukan menemui masyarakat agar bisa mengetahui kebutuhan masyrakat. Hal tersebut terungkap dalam rapat Fraksi PKS DPRD Indramayu, yang berlangsung di Ruang Fraksi PKS DPRD Indramayu, Selasa (18/10).

Rapat dipimpin Ketua Fraksi PKS, H Ruswa MPdI, dan diikuti oleh anggota fraksi Ketua DPD PKS Indramayu H Tauhid STP beserta pengurus lain seperti Agung Mardianto MAg, Ibrohim Sholeh SSos, dan lainnya.

Ketua Fraksi PKS, H Ruswa MPdI menjelaskan, anggota fraksi PKS yang terdiri dari dia sendiri (Dapil 1), Ir H Didi Mujahiri (Dapil 5), Mislam (Dapil 3), dan Bhisma Panji Dewantoro (Dapil 6), telah melakukan kegiatan reses di wilayah masing-masing, yang dilaksanakan 10-17 Oktober 2016 lalu. Dikatakan, setiap kegiatan reses selalu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

“Banyak sekali keluhan dan masukan dari masyarakat yang diterima oleh anggota Fraksi PKS saat reses di lapangan,” tandas Ruswa.

Ruswa mengungkapkan, secara umum keluhan maupun aspirasi masyarakat yang masuk masih seputar pembangunan infrastruktur. Di antaranya masalah jalan desa, saluran irigasi persawahan, drainase di sekitar pemukiman, hingga masalah administrasi kependudukan dan sekitar pemerintahan desa.

Terkait infrastruktur jalan desa, ungkap Ruswa, masyarakat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah peduli dengan pembangunan desa. Dan lebih khusus lagi kepada anggota DPRD dari PKS yang telah gigih memperjuangkan terwujudnya pembenahan infrastruktur tersebut.

“Terkait pemerintahan desa, masyarakat minta ada pengawasan langsung dari pemerintah kabupaten maupun DPRD menyangkut pelaksanaan pembangunan desa. Apalagi saat ini tiap desa rata-rata mendapatkan bantuan dana desa di atas Rp1 miliar,” tandas Ruswa.

Kemudian terkait pelayanan administrasi kependudukan, seperti KTP, KK dan akta kelahiran, masyarakat berharap aksesnya lebih dekat, cepat dan murah.

“Seluruh aspirasi yang masuk tentu akan kami sampaikan di hadapan sidang paripurna, dalam rangka penyampaian hasil reses. Selanjutnya berbagai aspirasi tersebut akan ditindak lanjuti melalui koordinasi dengan eksekutif,” terang Ruswa.(oet)

 

health-beverage.com

CIREBON – Unit Reskrim Polsek Sumber bersama tim Buser Polres Cirebon membekuk dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Rabu (19/10). Pelaku diamankan petugas Polsek Sumber saat sedang patroli.

Kedua pelaku bernama Bakron (24) dan Abdul Manap (30). Keduannya warga Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Kejadian itu berawal saat petugas Polsek Sumber curiga dengan gerak-gerik pelaku. Saat itu pelaku mengendarai motor matic diperiksa petugas.

Saat ditanya identitas, pelaku mengaku berasal dari Krangkeng, Indramayu. Kecurigaan petugas pun semakin jadi.

Petugas pun langsung memeriksa jok motor pelaku. Saat digeledah, petugas menemukan kunci leter T serta beberapa kunci buatan yang disinyalir untuk mencuri motor.

“Tim kami dengan dibantu buser langsung menggelandang keduannya ke Mapolsek Sumber untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolsek Sumber, AKP Sunarko.

Dari hasil pemeriksaan pelaku, polisi menyita barang bukti. Barang bukti itu berupa sepeda motor matic yang diduga milik korban, 2 buah HP, serta 9 buah alat yang digunakan untuk mencuri sepeda motor.

“Kedua pelaku ini memang belum melakukan aksi, akan tetapi sudah mengintai wilayah Pejambon. Selain itu saat diintrogasi pelaku mengakui telah mencuri sepeda motor di wilayah Talun,” terang Sunarko.

Saat ini polisi masih melakukan pengembangan. Kedua pelaku juga langsung diserahkan ke Polres Cirebon untuk diinterogasi lebih lanjut. (cecep)

health-beverage.com

KANDANGHAUR – Kerusakan jalan raya pantura Kabupaten Indramayu sudah semakin mengkhawatirkan. Dari sekitar 68 kilometer panjang jalan nasional, diperkirakan 30 persen di antaranya rusak parah. Berdasarkan pantauan Rabu (19/10), jalan berlubang merata mulai dari perbatasan Indramayu-Cirebon hingga perbatasan Indramayu-Subang.

Tidak hanya pada permukaan jalan beraspal, ruas jalan yang telah dibeton pun tampak mulai bolong-bolong. Bukan hanya di pinggiran, tapi sampai di tengah jalan raya dengan diameter dan ke dalaman bervariasi.

Kerusakan terparah tersebar di empat wilayah seperti Kandanghaur, Losarang, Lohbener dan Kertasemaya. Di empat lokasi kedalaman lubang berkisar antara 5 hingga 20 cm dengan lebar mencapai 1 meter. Semua kendaraan harus berjalan dengan kecepatan rendah.

Salah seorang pengguna jalan, Nanang kerusakan jalan pantura mulai terjadi bersamaan tingginya intensitas hujan sekitar sebulan terakhir.  Lubang jalan semakin banyak, terutama pada jalan yang belum dibeton serta bekas tambalan.

Meski sudah berlangsung lama, belum ada upaya perbaikan jalan dari Kementrian Pekerjaan Umum. Melalui Pelaksana Jalan Nasional Pamanukan Sewo Lohbener (PJN PSL) cuma memasang baliho kecil berisi imbauan bertuliskan Hati-Hati Jalan Berlubang di sekitar lokasi ruas jalan yang rusak.

“Sudah sekitar sebulan ini rusak. Semakin hari semakin parah. Tapi ada pekerjaan menambal, atau paling tidak ditutup batu dulu. Ini malah cuma pasang baliho peringatan. Nenek-nenek juga tahu kalau lewat jalan rusak ya harus hati-hati,” kesalnya.

Amir, supir elf jurusan Indramayu-Patrol mengungkapkan, kerusakan jalan kali ini terbilang cepat. Sebab baru sekitar 3 bulan atau ketika memasuki musim arus mudik lebaran diperbaiki, jalan pantura rusak kembali.

Kondisi jalan berlubang semakin berbahaya saat turun hujan karena lubang terisi air. Hal itu diperparah dengan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan pantura. Lubang di jalan raya itu dinilai sangat mengganggu pengendara. Diapun berharap lubang-lubang di jalan itu segera ditambal agar tidak semakin melebar dan dalam. (kho)

 

 

health-beverage.com

CIREBON – Pembangunan pabrik PT Capricon di Desa Gintung Lor, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, diduga belum mendapatkan izin. Hingga saat ini pabrik rotan itu belum melaporkan kepada pemerintah desa.
Hal itu diungkapkan Kuwu Desa Gintung Lor, Ade Wahyudi, saat ditemui radarcirebon.com di kantornya, Rabu (19/10). Ade mengaku, hingga saat ini dirinya belum mendapat laporan atas berdirinya bangunan pabrik rotan di desanya.

Ade menyesalkan apa yang dilakukan perusahaan yang membangun pabrik rotan tersebut. Karena terkesan meremehkan pemerintah desa. Padahal, perusahaan seharusnya menaati peraturan yang berlaku.

Karena menurutnya, tidak boleh didirikan pabrik di tempat yang sedang dibangun saat ini. Berdasar fatwa, tanah itu harusnya dibangun perumahan bukan untuk perindustrian.

“Sehingga dalam hal ini saya sangat menyayangkan sekali apa dilakukan pabrik rotan tersebut,” kata Ade.

Sementara itu, Iwan Suharmawan yang mengaku dari humas PT Capricon mengaku sudah menempuh perizinan yang benar sebelumnya. Bahkan, pembangunan pabrik itu demi kebaikan karyawan agar tidak sumpek.

“Kami kembalikan lagi kepada aparat desa. Inginnya seperti apa dan gimana? Kami kan membangun tidak salah dan sudah melalui proses perizinan,” kata Iwan.

Saat Kuwu Ade Wahyudi kembali dikonfirmasi, mengaku masih tetap menyayangkan PT Capricon yang belum menempuh perizinan kepada pemerintahan desanya. (cecep)

health-beverage.com

CIREBON – Relokasi pabrik batu alam diprediksi baru bisa direalisasikan 2018. Sejak 2015 lalu hingga saat ini baru sekitar 4 hektare (ha) lahan yang baru dibebaskan.

Sementara pengadaan lahan ditargetkan selesai di akhir 2016. Sehingga pada 2017 mendatang Badan Lingkungan Hidup (BLH) tinggal mempersiapkan Detail Engineering Design (DED) kawasan relokasi.

Dari situ akan terlihat seperti apa relokasi, fasilitas pendukung apa yang dibutuhkan dan kebutuhan lahan per orang. Saat ini Pemerintah Kabupaten Cirebon secara bertahap melakukan pembebasan lahan.

Kepala Bidang Sosial Budaya pada Bappeda Kabupaten Cirebon, Agung Gumilang menyampaikan, kaitan rencana relokasi usaha batu alam, telah membentuk tim kelompok kerja (pokja).

“Sejak 2015 silam kita sudah pengadaan lahan dan masih berlangsung sampai 2016 ini,” ujar Agung kepada Radar, Selasa (18/10).

Menurutnya, ada dua pendekatan yang dilakukan tim pokja. Yakni relokasi terpadu dan relokasi berbasis desa.

Relokasi terpadu ini untuk memprioritaskan pengusaha yang melanggar. Seperti usaha batu alam yang berada di sempadan jalan dan sungai.

“Jadi tidak semua direlokasi. Kalau yang di lahan milik sendiri kemudian memiliki IPAL yang memenuhi standar ya tidak direlokasi,” paparnya.

Untuk yang berbasis desa, kata Agung, nanti pemerintah desa yang bersangkutan menyediakan lahan untuk disewakan. Namun demikian harus dibuatkan perdes terlebih dahulu, sehingga memiliki dasar.

“Yang jadi pilot project kita Desa Warujaya. Saat ini tinggal action kuwunya aja. Pemerintah akan membantu mempermudah izin alih fungsi lahan dan lainnya,” jelasnya.

Agung berharap, rencana pemerintah daerah merelokasi pengusaha batu alam bisa terwujud. Sehingga tidak ada lagi pengusaha batu alam yang berada di sepadan jalan dan irigasi.

Harapan lainnya, relokasi bisa meminimalisasi kerusakan lingkungan lebih parah dari limbah batu alam. “Ya kita harap bisa tepat waktu, artinya tidak molor,” pungkasnya. (sam)